Artikel Ruang Kaji

Highlights

ruang segiempat ruang segiempat

Beyond the White Cube: Exploring Art Spaces Today

It All Begins Here

Kapan kamu tahu kalo kerja di seni tu ga cuma di galeri?

Ruang seni tidak hanya hidup dalam lingkup yang formal seperti Galeri, ketika kita melangkah ke lingkungan yang lebih besar lagi kita bakal nemuin ruang-ruang yang awalnya kecil, bertumbuh, dan berkembang sekarang. Di ekosistem seni kita bakal cari tau lebih banyak tentang ruang ruang kolektif!

Dalam seni rupa kontemporer saat ini terdapat organisasi kolektif, Kolektif pertama yang ditunjuk sebagai artistik Documenta fifteen 2022 yaitu ruangrupa. yang mengangkat nilai nilai lokal, yang berfokus pada proses. Wacana seni dengan konteks lanskap budaya perkotaan, menumbuhkan semangat kolektif dengan kebebasan individu. ruru shop yang dibangun tahun 2011 lalu Gudang Sarinah Ekosistem (GSE) dukungan dan pembinaan bagi pertukaran ide kreativitas dan inovasi yang berkembang. 

Kolektif dengan fokus pada pendidikan non formal yaitu Serrum, adalah ruang berbagi. Remedial, edukasi non formalnya melibatkan SMA Jakarta yang telah dikurasi, membedah pola konsumsi informasi dan perkembangan pengetahuan hari ini. Project_Or residensi seniman lokal, pemilihan mahasiswa yang berbakat dan prestasinya dalam bidang seni, dengan mengembangkan teori dan logikanya, pembelajaran yang luas, dan pengembangan diri.

Kolektif seniman Grafis Huru Hara mengembangkan metode eksplorasi, eksperimentasi, dan edukasi seni grafis. Grafis Niaga lahir dari kebutuhan akan ruang pertemuan yang lebih dari transasi yang merangkul ekosistem studio kecil di Jakarta. Merespon pendidikan dengan membangun ruang belajar yang terbentuk dari banyak kolektif dengan nama Godskul.

Studi kolektif paling terkenal di ekosistem seni kontemporer, Gudskul yang berkomitmen pada kolektivitas dengan mempromosikan kebutuhan lokal. Mereplika sekolah Temujalar di jerman, yang menggunakan nongkrong sebagai metode pembelajaran. Modul yang diorganisir sendiri untuk mengelola sumber daya dengan batasan waktu kurang dari dua bulan.

Sebuah komunitas seni multidisipliner yang menyediakan ruang untuk pameran, Salihara ini berkolaborasi antar disiplin seni. LIFEs 2019 kolaborasi 6 seniman Indonesia dan enam seniman Balanda mengangkat tema dari masa lalu dengan bertumbuh lewat karya. Pameran hingga diskusi yang terjalin dengan lintas disiplin, yang konsisten mengembangkan dialog dan diskursus kritis. Ruang keberagaman ini dihadirkan untuk membuat anak muda lebih peduli terhadap isu negara saat ini.

Pameran seni rupa berskala besar yang diselenggarakan secara berkala yaitu Jakarta Biennale pameran seni rupa kontemporer tertua yang paling berpengaruh. Narasi histori, lanskap budaya dengan dialog berbagai isu sosial dan politik yang selalu dikembangan selama 50 tahun berdiri, hubungan dari banyaknya stakeholder, ruang-ruang publik dan komunitas memperluas jejaringnya.

Acara pameran dan festival seni dan desain Indonesia yaitu Contemporary Art & Design (ICAD) festival tahunan sebagai platform kolaborasi dan diskursus antar kreator pemikir lintas disiplin, salah satu kerja samanya di Budaya Qatar Indonesia 2023 dalam mengembangkan residensi yang menggabungkan kerajinan dan kontemporer design sampai menapaki jejak ke Milan Design Week. menghadirkan seni yang merespon zaman dan mengaburkan batas antara karya, ruang, dan penonton yang menunjukan pemikiran Indonesia di panggung global.

Diluar negeri juga terdapat kolektif yang berfokus pada residensi dan penelitian, ZK/U Berlin, Germany adalah praktik seni yang menekankan keterlibatan lokal dan pertukaran global. Dalam pertukaran internasionalnya berbicara tentang isu isu di negaranya sendiri, untuk mengenal bangsa sendiri di forum publik. Dan pengarsipan publik secara online.

Sama seperti itu, tempat eksperimen dan eksplorasi pun hadir dalam kolektif 98B COLLABoratory Manila, Philippines ruang independen platform diskursus kritis. kelas yang mewajibkan menjadi diri sendiri dengan pengalaman dan kontribusi seni kontemporer secara aktif melalui proyek-proyek inovatif. Sebagai rumah bagi seniman berkarya, seni untuk semua orang yang memudahkah seni untuk diakses bagi banyak orang.

Berasal dari kondisi yang membatasi, dua orang ini berkolaborasi untuk membantu seniman. PANIC (Promoting an Artist’ Network in the Crisis), Leeds UK kerja sama antar The Tetley dan Griselda Pollock pihak untuk menyalurkan bantuan untuk mendukung dunia seni dalam memberikan dana kepada seniman lokal yang sedang berkembang untuk terus berkarya saat COVID-19. In our times. Seniman yang mengeksplorasi fenomena kehidupan akibat krisis pandemi, pedulinya terhadap krisis psiko-sosial dan ketidakpastian ekonomi pada saat itu.

Setelah banyak kolektif membantu dalam proses berkembangnya seniman, ini dia kolektif yang membantu dalam awal bertumbuhnya karier seniman. TAAP (Tetley’s Associate Artist’ Programme), Leeds UK pengembangan seniman diawal karier, pendampingan yang dirancang khusus yang mendorong seniman generasi baru yang membuka peluang baru di Leeds dan Yorkshire. Seniman yang terpilih berkomitmen terhadap berpartisipasi dan pendidikan.

Keadaan pun tidak membatasi bagaimana seseorang bertumbuh salah satunya di PYRAMID, Leeds Based arts organisations, UK pengembangan dunia seni pada orang-orang disabilitas belajar dan autisme, membantu orang-orang menemukan seni, mengembangkan bakatnya dan menjadikan seniman kelas dunia, dan terdapat dukungan kreatif pengembangan profesional.

Ekosistem seni tidak hanya tumbuh di dalam galeri. Ia juga berkembang di luar ruang tersebut, didukung oleh jaringan yang luas dan beragam. Perkembangan ini muncul melalui kolaborasi dan melalui respons terhadap isu-isu lokal lewat pembelajaran non-formal.

Seni berkembang bukan karena sebuah tempat fisik, tetapi karena hubungan, proses, dan komunitas yang menjadi fondasinya. 

Dari sudut pandangmu, bagaimana kamu melihatnya? Apakah kamu sudah menemukan kolektif di sekitarmu? Ceritakan pengalamanmu di sini!


Read More
ruang segiempat ruang segiempat

Where Do You Belongs in The Art World

It All Begins Here

Hubungan antara seniman, kurator, kolektor, dan pengamat seni bisa sangat menentukan arah dan peran seorang seniman dalam perjalanannya.
Pada dasarnya, relasi yang beragam membentuk akses terhadap kesempatan, informasi, dan ruang belajar yang tidak selalu terbuka bagi semua orang.

Seorang seniman yang terhubung dengan kurator atau ruang bergengsi, misalnya, mungkin memiliki peluang lebih besar untuk tampil di pameran tertentu. Tapi di balik itu, yang paling penting bukan hanya siapa yang kita kenal, melainkan bagaimana hubungan itu membentuk cara kita berkembang.

Tempat di mana kita berpijak, dan dengan siapa kita bersosial, akan selalu mempengaruhi arah karier kita.

Lalu gimana sih kita tau kalau kita sudah berada di ruang yang tepat untuk bertumbuh? 

First, Know yourself better

Sebelum mendekati kurator, galeri, atau institusi manapun, fondasi utamanya adalah pemahaman diri sebagai seniman. Apa fokus karyamu? Apa value artistikmu? Apa persona artistik yang ingin kamu komunikasikan? Apa tujuan jangka pendek dan jangka panjang kariermu? 

Jika kamu mulai mengenal dirimu dan arah artistikmu, lalu menemukan ruang yang selaras dengan visi dan ritmemu, ini menjadi tanda pertama. Karena ruang yang tepat tidak membuatmu kehilangan identitas, tapi justru memperkuatnya.

Recognize your surrounding: 

Pahami ekosistem tempat kamu bergerak, komunitas, ruang seni, galeri, kurator, program, hingga pola dan kultur kerja di lingkungan tersebut. 

Dengan memahami konteks, kamu tidak bergerak secara buta. Kamu bisa membaca peluang dan memahami bagaimana posisimu dalam ekosistem tersebut. Karena ruang yang tepat akan mendukung proses kreatifmu, bukan menghambat atau mengubahmu menjadi sesuatu yang bukan dirimu. 

Building strategic relationship within it

approach each relationship with care.  Misal saat kamu berhubungan dengan kurator, apa fokus mereka? Project seperti apa yang mereka dukung? Lalu saat enganging dengan galeri, understand their roster and mission to see how your work fits within their program. When speaking with collectors, frame your work in a way that resonates with their interests and values, as it keeps the integrity with yours. Yang paling penting adalah mengetahui how, where, when, dan why kamu harus mendekati pihak tertentu. Setiap relasi butuh timing dan pendekatan yang berbeda.


Exchange and Grow

Setelah memahami diri dan lingkungan, tahap berikutnya adalah berani membuka diri pada berbagai peluang. Dunia seni selalu bergerak; kesempatan bisa muncul dari arah yang tidak terduga misal kurator baru, program kecil, open call komunitas, hingga percakapan spontan di sebuah event.

Berani mencoba: Jangan menunggu sempurna, terkadang kesempatan sering datang saat kita melangkah dulu.

Terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, tidak semua peluang harus besar, bahkan proyek kecil dapat membuka jalan ke jaringan yang lebih luas.

Saling bertukar perspektif dan pengalaman: Relasi yang tumbuh dari dialog dan keterbukaan biasanya jauh lebih kuat dan alami.

Lihat setiap interaksi sebagai peluang bertumbuh: Baik secara artistik, profesional, maupun personal.

Dengan keberanian dan keterbukaan, kamu memberi ruang bagi dirimu untuk berkembang sekaligus memperluas kemungkinan dalam perjalanan karier seni.

Ruang yang tepat bukan selalu ruang yang besar, terkenal, atau bergengsi.
Ruang yang tepat adalah ruang yang mendorongmu untuk berkembang, menjaga integritas artistikmu, dan memberi kemungkinan baru tanpa mengikis dirimu.

Jika empat hal itu mulai kamu rasakan, maka kamu sedang berpijak di tempat yang benar, tempat di mana langkahmu selanjutnya dapat tumbuh dengan lebih mantap.


Read More
ruang segiempat ruang segiempat

How Galleries, Collectives, and Communities Interwine

It All Begins Here

Dunia seni dibangun di atas hubungan, kepercayaan serta profesionalisme. Jaringan-jaringan yang terhubung, dimana semua pihak saling terhubung, tindakan terhadap satu pihak dapat berdampak ke seluruh sistem. Bekerja dengan satu bagian di dunia seni berarti bekerja dengan semuanya.

Lingkungan seni tumbuh subur melalui kolaborasi, saling menghormati, dan keterlibatan strategis. Ekosistem ini tidak hanya mempresentasikan karya, tetapi juga membangun reputasi, jaringan dan karier. Semua tergantung pada karya seni dan cara berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.

Galeri mencari seniman yang selaras dengan visi dan program galeri, memiliki potensi pasar yang menghargai kolaborasi dan komunikasi yang jelas. Melibatkan kurator yang ingin bekerja dengan seniman, yang memahami bahwa karya mereka adalah bagian dari narasi yang lebih luas lagi. Selain itu, terdapat kolektor yang menginginkan transparansi mengenai harga, proses, dan perjalanan artistik, ingin menjadi bagian dari perjalanan sebagai pendukung praktek seni yang terus berkembang.

Peran kolektif menciptakan ruang bagi suara dan perspektif beragam yang sering menjadi wadah bagi seniman marjinal untuk memperkuat narasi yang kurang terwakili. Kolektif seni di budaya kontemporer ini sangat penting karena mempromosikan inklusivitas, kreativitas, dan refleksi kritis terhadap tantangan sosial. Menyediakan ruang bersama dan peluang pertukaran kreatif yang memungkinkan anggota sebagai sumber daya, ide, dan keterampilan. 

Komunitas mencari seniman yang karyanya berkontribusi pada wacana kultural, historis, atau kontemporer yang mampu menjangkau audiens beragam dan memperkaya percakapan publik.

Dan sekarang dimana tempat kita?

Ruang berkarya

Galeri sebagai ruang formal untuk pameran, mengkurasi dan jual beli karya, dengan sistem yang terukur hasil dari capaian seorang seniman juga nilai setiap karyanya. 

Kolektif sebagai ruang semi formal, merupakan kolaborasi antara seniman yang sifatnya independen. Eksperimental dan solidaritas ini menjadi nilai utama yang dibangun dalam merangkai koneksinya. Terbuka dalam memberikan kebebasan untuk melakukan aktivitas kolaborasi tentatif di setiap perjalanannya. 

Komunitas menjadi ruang Interaksi, belajar, dan berbagi antara seniman dan masyarakat untuk melahirkan praktik seni yang berorientasi sosial terhadap isu-isu lokal dan berkontribusi pada perubahan sosial, dengan menyelenggarakan partisipasi berbentuk publik maupun dialog.

Ruang untuk

Galeri memberi ruang presentasi karya pada publik, penjualan, pasar seni, apresiasi, dan koleksi.

Kolektif seni lahir dari komunitas lokal, sebagai peran penting dalam keterlibatan masyarakat yang mengundang partisipasi publik dan dialog, karyanya hasil bersama berfokus pada penyampaian gagasan berisi kritis, sosial, atau politis.

Komunitas menjadi sumber tema, nilai, dan audiens seni, kecenderungan merespon lingkungan sosial, pengembangan jejaring dilakukan dengan edukasi dan solidaritas antar pelaku seni.

Posisi ruang

Dalam galeri posisi seniman sebagai representasi/klien galeri, bidang  komersial, dengan hubungan eksternal terhadap kolektor, publik, dan institusi dengan identitas kuratorial dan brand galeri. Contohnya Galeri Nasional Indonesia, ROH projects, White Cube.

Kolektif memposisikan seniman sebagai produsen bersama, berbasis proyek dan hibah, kolektif yang bersifat partisipatif dan dialogis, identitas kolektif adalah satu identitas artistik. Contoh kolektif seni ruangrupa, Serrum, Grafis Huru Hara.

Komunitas yang menjadikan seniman sebagai anggota jaringan, non-komersial, yang memiliki banyak identitas. Contohnya adalah komunitas Taring Padi, Jogja Disability Arts (JDA).

Saling berhubungan

Pada saat ini, banyak galeri yang membuka diri terhadap praktik kolektif yang menjadi penghubung antara kolektif komunitas dengan pasar seni. Kolektif sebagai ruang gagasan, kritik, yang seringnya membahas isu sosial, politik, budaya yang dimanfaatkan galeri untuk menjangkau audiens dengan pendekatan yang baru yang menciptakan dialektika antara pasar dan praktik kritis. Terdapat fenomena baru di wilayah urban, mencerminkan cara baru para seniman dan perilaku seni untuk berekspresi dan berkarya secara bersama-sama yang didasari nilai-nilai kesetaraan dan kolaborasi. komunitas menjadi ruang awal pembelajaran, diskusi, dan edukasi. Dengan itu, galeri sering menjalin relasi melalui workshop, open call, dan residensi komunitas yang mampu memperluas audiens di luar pasar elit.

Dengan galeri yang tidak lagi eksklusif secara fisik, kolektif semakin cair dan lintas disiplin, komunitas semakin aktif melalui platform daring.

Tidak hanya galeri tapi kolektif mampu tampil di kancah internasional, peluang yang dibuka dengan luas ini menampilkan banyak cara dalam memperluas koneksi dalam medan seni rupa. Ketiga ruang ini membentuk jaringan ekosistem yang saling bergantung. Hubungan yang bersifat dinamis, kolaboratif dan kontekstual.

Yang mana yang paling cocok untukmu? Beri tahu kami pendapatmu!

Kesimpulan

Interaksi antara seniman dan komunitas melahirkan praktik seni yang berorientasi sosial terhadap isu-isu lokal dan berkontribusi pada perubahan sosial yang memberikan ruang atau pun dukungan terhadap perkembangan karier mereka. 

Jejaring dan relasi ini mampu dibangun di dalam galeri maupun diluar galeri. Galeri sebuah ruang yang sudah dirancang, dengan capaian yang selalu bertumbuh di dalamnya. Kolektif menawarkan ruang baru yang mampu menantang dinamika pasar seni konvensional dan membuka peluang yang setara bagi seniman di luar galeri. Komunitas memberikan peluang yang besar terhadap dampak hubungan terhadap masyarakat sosial, kemudian dari semua itu hal-hal ini saling melengkapi untuk menjadi wadah bagi seluruh kreatifitas dunia seni di zaman ini.


Read More
  • A modern backyard with a swimming pool, lounge chairs, surrounded by lavender plants and trees, with a house and hills in the background.

    The Atlas Project

    It all begins with an idea. Maybe you want to launch a business. Maybe you want to turn a hobby into something more.

  • Close-up of shallow water on the sandy beach, showing light reflections and small rocks underneath.

    The Echo Project

    It all begins with an idea. Maybe you want to launch a business. Maybe you want to turn a hobby into something more.

  • A modern backyard with a swimming pool, outdoor lounge chairs, trees, and a covered patio area with seating.

    The Brightline Project

    It all begins with an idea. Maybe you want to launch a business. Maybe you want to turn a hobby into something more.

  • A field of white daisies with yellow centers, some in bloom, against a blurred background of other flowers and greenery, bathed in warm sunlight.

    The Northgrid Project

    It all begins with an idea. Maybe you want to launch a business. Maybe you want to turn a hobby into something more.

Interest to Publish Your Work?

Kami membuka peluang bagi teman-teman yang memiliki ketertarikan dalam menulis kajian seni rupa untuk mempublikasikan karyanya dalam Ruang Kaji.