Peran Museum Lebih Luas
Hari Museum Nasional diperingati setiap tanggal 12 Oktober memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan perkembangan museum di Indonesia.
Secara legal, Pemerintah Indonesia melalui PP RI No. 66 Tahun 2015 mejelaskan peran museum, yaitu untuk melindungi, mengembangkan, memanfaatkan koleksi, hingga mengomunikasikannya kepada masyarakat. Jadi, museum bukan sekadar "gudang edukasi," tapi juga ruang rekreasi dan pelestarian identitas budaya.Banyak dari kita masih menghadapi anggapan jika museum adalah tempat untuk "melihat", bukan untuk "berbuat". Kita datang sebagai penonton pasif yang menyerap informasi satu arah dari papan informasi.
Secara tradisional, museum kita memang berperan sebagai ruang konservasi. Fokus utamanya adalah menjaga agar artefak tidak rusak dimakan usia. Namun, sisi kontranya, format satu arah ini kerap terasa membosankan bagi generasi muda. Bagi Gen-Z yang akrab dengan internet, mereka mendambakan interaksi yang menarik, bukan sekadar melihat pajangan. Riset oleh Puspasari dkk dengan judul “Diskusi Kelompok dalam Menjawab Tantangan Pengelolaan Museum dengan Perspektif Museum Modern”, menekankan bahwa museum tradisional harus bertransformasi menjadi museum yang modern dan mengadopsi teknologi digital. Pengunjung ingin pengalaman yang serba mudah dan menarik. Tantangannya adalah bagaimana menjaga keapikan artefak asli sambil memberikan ruang interaksi tanpa membuat museum terasa seperti taman bermain biasa?
Jika kita menengok ke museum-museum besar di luar negeri, seperti Metropolitan Museum of Art di New York, pemandangannya bisa sangat berbeda. Mereka menyediakan kegiatan menggambar di museum (Drop-in Drawing at The Met Cloisters) yang merupakan praktik sekaligus menjadi metode observasi objek. Melalui aktivitas ini, para perupa dan para pengunjung tidak hanya melihat, tetapi "menyerap" teknik para maestro secara bawah sadar dengan dampingan pengajar seni. Secara teknis, memindahkan tiga dimensi ke atas kertas, mereka dapat belajar tentang anatomi, bayangan, dan komposisi secara langsung dari sumbernya. Di sana, pengunjung tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga pelaku aktif yang berdialog melalui kegiatan menggambar.
Namun, membawa konsep "museum sebagai ruang kerja kreatif" ke Indonesia tentu bukan tanpa tantangan. Di sini, manajemen museum menghadapi persimpangan yang rumit. Di satu sisi, ada tuntutan untuk bertransformasi menjadi museum modern yang ramah digital dan interaktif. Di sisi lain, ada protokol konservasi yang sangat terikat dengan prosedur keamanan.
Oleh karena itu, banyak museum membatasi penggunaan tinta atau cat untuk kegiatan museum drawing. Alasannya sederhana, yaitu menjaga keamanan artefak. Inilah mengapa pensil biasanya menjadi satu-satunya media yang diizinkan untuk para pelukis di galeri
Tantangan manajemen museum menjadi semakin kompleks ketika fungsinya diperluas. Jika museum dijadikan ruang belajar yang lebih luas, seperti tempat diskusi publik, lokasi sketsa bersama, hingga pusat kreativitas digital, pengelola harus bisa menyeimbangkan antara keterbukaan dan keamanan. Bagaimana mengatur alur pengunjung agar mereka yang sedang menggambar tidak menghalangi jalan orang lain? Bagaimana memastikan atmosfer tetap tenang?
Beberapa museum hari ini sedang mencoba membuka pintunya lebih lebar, mengajak kita untuk tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga menjadi partisipan yang menghidupkan kembali nilai-nilai lama melalui sudut pandang baru dan juga agar lebih inklusif terhadap komunitas kreatif.
Melihat perkembangan peran museum yang mulai terbuka sebagai ruang kreatif, apakah menurut kamu museum-museum di Indonesia sudah siap menghadapi keramaian pengunjung yang ingin berlama-lama melukis atau berdiskusi di sana?
Key takeaway references:
Puspasari, S., Adesta, E. J. T., & Alie, M. Diskusi Kelompok dalam Menjawab Tantangan Pengelolaan Museum dengan Perspektif Museum Modern.
Museum Drawing: Unlocking Creativity and Observation in Hallowed Halls.
A Guide to Drawing in Galleries and Museums - Jackson's Art Blog.
https://www.moma.org/momaorg/shared/pdfs/docs/learn/courses/Hubard_Activities_in_the_Art_Museum.pdf