Ruang Segiempat mempersembahkan PLOT, sebuah pameran tunggal daring yang dihadirkan sebagai respons atas keterbatasan ruang fisik dan situasi jarak sosial dengan memaksimalkan platform digital, khususnya melalui sembilan unggahan (feeds) Instagram yang merepresentasikan perjalanan kesenimanan seorang seniman, mulai dari memori, inspirasi, hingga tangkapan momen penting dalam fase tertentu. Pameran ini menjadi bagian dari visi Ruang Segiempat sebagai ruang inkubasi, edukasi, dan mediasi, yang bertujuan mengedukasi perupa muda melalui pengalaman serta jalur karier seniman yang lebih berpengalaman agar tetap aktif berkarya dan membangun narasi keunikan masing-masing. Proyek ini melibatkan sejumlah seniman Indonesia yang berperan sebagai partisipan sekaligus narasumber pengalaman artistik, di antaranya Cecep Moch. Taufik yang mengeksplorasi medium cat minyak sebagai aktualisasi diri, Budi Adi Nugroho yang berkarya di sela aktivitas akademik melalui seni patung, Zico Albaiquni yang aktif membangun kolektif seni sebagai ruang diskursus, Satria T. Nugraha yang bergerak lintas seni, desain, dan praktik profesional kreatif, Maharani Mancanegara yang menapaki jalur kekaryaan sekaligus manajerial seni, serta Nurrachmat Widyasena (Mas Ito) yang mengaitkan praktik seni dengan sudut pandang industri dan budaya populer. Melalui PLOT, para seniman tidak hanya menampilkan karya, tetapi juga berbagi refleksi atas dinamika medan seni rupa yang dipengaruhi konteks sosial, budaya, politik, dan ekonomi, sekaligus membuka ruang pembelajaran bagi generasi perupa muda di tengah lanskap seni yang terus berkembang.
Previous
Previous
The Populist Manifesto Exhibition
Next
Next